AGAR SITUS KELUAR DARI GOOGLE SANDBOX



Dipostingan kali ini Admin kartun lucu tidak akan menyajikan gambar-gambar atau kartun-kartun lucu dan imut dulu karena admin kartun lucu akan sharing tentang penyebab situs terkena Google Sandbox dan cara menanggulanginya (gambar diatas terkesan lucu, tapi bagi para webmaster, gambar dua binatang diatas bisa menjadi hewan yang yang paling disegani dalam optimasi situs atau web).

Bagi para Webmaster dan penggiat blog atau biasa yang disebut Blogger pastilah sudah familier dengan Google Sandbox. Atau bahkan beberapa sobat kartun lucu pernah mengalami pinalti dari Google yang biasa disebut Google Sandbox ini?!

Dan ternyata memang agak mengejutkan tatkala para Webmaster atau Blogger yang telah berpayah-payah siang dan malam untuk optimasi artikel atau content situs akhirnya terperosok ke jurang Google Sandbox, duh memang terasa menyakitkan, hiks..

Kejadian yang sama juga akhirnya dialami oleh situs ini, setelah beberapa bulan KARTUNLUCU.COM berada pada peringkata pertama atau page 1 Google.com, tiba-tiba beberapa pekan yang lalu situs ini terkena Google Sandbox juga dan entah berada diposisi page berapa, admin kartun lucu-pun tidak mengetahuinya,hiks.. (kira-kira seperti inilah nasib situs ketika diperingkat entah berantah)


Tapi bagi Admin Kartun lucu, kejadian ini merupakan pelajaran dan pengalaman yang menjadikan admin kartun lucu lebih mengerti ketentuan dan syarat dari para teknisi dan algoritma Google tentang bagaimana seharusnya situs yang baik dan benar itu. Dari beberapa sumber yang ditemukan admin kartun lucu, ternyata memang benar bahwa situs yang terkena efek Google Sandbox ini karena terkadang menyalahi aturan yang diterapkan Google.

Sebelum menjelaskan lebih lanjut, dari beberapa referensi yang ditemukan di search engine tentang Google Sandbox, ada penjelasan yang membuat masuk akal dari referensi yang bersumber dari "wikipedia". Berikut penjelasannya:
The Sandbox (a.k.a. Sandboxing or the sandbox effect or the Google penalty) is a name given to an observation about the way Google ranks web pages in its index. It is the subject of much debate—its existence has been written about since 2004 but not confirmed, with several statements to the contrary. (sumber wikipedia)
Kira-kira terjemahan bebasnya seperti ini:
Sandbox (atau Sandboxing, atau penalti dari Google) adalah istilah pengamatan sistem google dalam menentukan peringkat halaman web dalam indexnya & hal ini masih menjadi topik yang selalu di perdebatkan semenjak tahun 2004 & masih menjadi perdebatan sampai sekarang karena belum ada pernyatan resmi tentang kontroversi tersebut.
Dari asumsi yang diambil dari pernyataan diatas bisa dilihat bahwa setiap orang memang cenderung menerka-nerka apa itu Google Sanbox karena memang belum ada pernyataan resmi dari Google tentang istilah ini.

So, apa saja yang menjadikan sebuah situs hingga masuk Google Sandbox?

Setelah beberapa kali mengamati dan menganalisis artikel situs yang terkena Google Sandbox serta dari banyak sumber referensi lain, disini Admin Kartun lucu bisa mengambil beberapa point penting yaitu:
  • Optimasi yang Berlebihan
Optimasi yang berlebihan ternyata bisa menyebabkan situs kita terkena Google Sandbox, misalnya terlampau banyak meninggalkan komentar di blog lain atau terlampau sering untuk submit situs sosial boomark & jejaring sosial seperti facebook & twitter. Bisa juga karena kita terlampau sering melakukan ping artikel atau situs kita. 

Pada intinya apabila kita terlampau sering melakukan optimasi berlebihan, hal ini bisa dianggap spam oleh Google. Jadi ada baiknya kita harus lebih wajar dalam melakukan optimasi karena hal itu akan dianggap natural oleh Google.
  • Pengulangan KEYWORD yang Sangat Sering
Berdasarkan hasil analisa Admin kartun lucu, pengulangan kata kunci atau yang jamak disebut sebagai keyword yang terkadang muncul sebagai keperluan untuk optimasi SEO, terkadang bagai buah simalakama. Jika penggunaan keyword masih dalam batas yang wajar, hal ini tidak menjadi masalah tapi jika terlalu sering, mesin penelusur Google akan menganggapnya sebagai spamming & Google tentunya sangat tidak menyukai hal ini.
  • Perolehan Backlink yang Berlebihan
Setiap Webmaster tentunya menginginkan backlink yang tersebar dimana-mana. Akan tetapi jika sebuah situs mendapat backlink dalam waktu yang relatif singkat maka Google pun akan mencurigainya. Hal ini sesuai yang tercantum disitus wikipedia:
Google has long been aware that its historical use of links as a "vote" for ranking web documents can be subject to manipulation, and stated such in its original IPO documentation. Over the years Google has filed a number of patents that seek to qualify or minimise the impact of such manipulation, which Google terms as "link spam".
Link spam is primarily driven by search engine optimizers who attempt to manipulate Google's page ranking by creating lots of inbound links to a new web site from other web sites that they own. Some SEO experts also claim that the sandbox only applies to highly competitive or broad keyword phrases, and can be counteracted by targeting narrow, or so-called long-tail phrases (sumber wikipedia)
Terjemahan bebasnya kira-kira seperti ini.
Google telah lama menyadari bahwa penggunaan historis link sebagai "suara" untuk peringkat dokumen web dapat menjadi subyek manipulasi, dan menyatakan dalam dokumentasi seperti IPO aslinya. Selama bertahun-tahun Google telah mengajukan beberapa paten yang berusaha untuk memenuhi syarat atau meminimalkan dampak dari manipulasi tersebut, yang Google istilah sebagai "spam link".
Spam link terutama didorong oleh pengoptimalan mesin pencari yang berusaha untuk memanipulasi peringkat halaman Google dengan menciptakan banyak inbound link ke situs web baru dari situs web lain yang mereka miliki. Beberapa ahli SEO juga mengklaim bahwa sandbox hanya berlaku untuk frase kata kunci yang sangat kompetitif atau luas, dan dapat netral dengan menargetkan sempit, atau disebut ekor panjang frase.
Dari pemaparan diatas jelas tersirat bahwa memang Google tidak menyukai jika kita melakukan hal ekstrim untuk memperoleh backlink berlebihan (spam link) yang akhirnya akan dianggap manipulasi data untuk search engine. Hal inilah yang menyebabkan situs akan terkena Google Sandbox.

Setelah membaca beberapa penjelasan diatas lalu ada pertanyaan Bagaimana kita bisa lepas dari Google Sandbox?

Dari beberapa hasil searching di mesin pencari, akhirnya bisa disimpulkan bahwa untuk melepaskan jeratan Google Sandbox, kita setidaknya harus melakukan hal-hal seperti dibawah ini.
  • Lebih Mengurangi Perolehan Backlink secara Berlebihan
Ada baiknya webmaster atau blogger membatasi segala hal optimasi yang berlebihan agar tidak berdampak buruk pada trafik situs, karena memang segala yang berlebihan akan berdampak negatif, betul tidak sob?
  • Lakukan Tinjauan Ulang dan Proses Editing
Apabila kita sudah bisa mengira-ngira penyebab Google Sandbox disitus kita, maka kita nantinya akan bisa lebih meninjau ulang dan melakukan proses editing ke link atau kata kunci yang kira-kira menjadi penyebab situs kita terperangkap di Google Sandbox agar tidak terjadi penumpukan dan pengulangan kata kunci.
  • Tetap Update Konten yang Fresh dan Original
Para Webmaster tentunya hasrus tahu bahwa konten yang fresh memang sangat disukai oleh Google lewat Panda, Pinguin, Hummingbird-nya. Dengan tetap update konten yang fresh dan original maka akan menjadikan blog atau situs kita menjadi lebih populer dalam mesin pencari Google.
  • Menyajikan Postingan Bertema Google Sandbox.
Dari beberapa rekomendasi yang admin kartun lucu baca, ada baiknya para webmaster atau blogger yang situsnya terkena efek Google Sandbox agar membuat postingan yang bertema Google Sandbox dan membahas solusinya. Jangan lupa untuk memberikan url link ke google.co.idgoogle.com, wikipedia dan Google Webmaster Guidelines. Submitlah artikel yang kita buat dengan tema Sandbox tersebut ke add url google
  • Lakukan Submit Ulang Sitemap
Hal ini kita lakukan agar mesin perayap kembali merayapi semua URL di situs kita.
Isilah Reconsideration Request situs kita dengan kalimat:
"Please review my blog, it seems that one of my article isn't indexed in search engine." 
  • Berdoa
Dari beberapa step diatas, langkah terakhir yang harus kita lakukan adalah berdoa agar situs atau web yang kita miliki bisa segera muncul lagi seperti semula. Sobat kartun lucu jangan pernah mengangap remeh doa ya..:D, karena doa memang akan menjadi pelengkap segala ikhtiar kita.

Kiranya cukup sampai disini postingan Agar Situs Kita Keluar dari Google Sandbox. Semoga sobat yang sekarang sedang terjerat di Google Sandbox bisa segera keluar dari sana. Amiiinn..

Sumber referensi